19 January 2015

Berdamai dengan Masa Lalu, Analogi Kaca Depan dan Kaca Spion Pada Mobil

Suatu ketika gw sedikit tercenung menyimak sebuah kalimat yg dilontarkan sang bintang tamu pada sebuah acara talkshow di tv mengenai "Analogi Kaca Depan dan Kaca Spion pada Mobil". Jadi apa yg menarik?, mari baca sebentar beberapa artikel blogger yg gw kutip,
Pada mobil tentunya selalu ada 2 (dua) bagian utama yang penting yaitu kaca depan mobil serta kaca spion mobil. Kalau boleh saya analogikan, kaca depan mobil seperti kita melihat dan memandang masa depan kita, target dan sasaran kita, visi yang mau kita raih, tujuan yang mau kita capai. Sedangkan kaca spion, saya analogikan sebagai masa lalu kita, apa yang ada di belakang kita, apa yang telah kita lalui dalam hidup ini. Pokoknya segala hal dan peristiwa yang telah terjadi dalam hidup kita dech, entah itu kekecewaan, kesedihan, keberhasilan, kemenangan, kesuksesan, hal – hal yang menyenangkan maupun apa saja yang telah kita alami dan lalui sebelumnya.



Inilah yang sebenarnya saya mau bagikan kepada rekan pembaca semua. Sukses gagalnya hidup kita ini seringnya terjadi karena kita terlalu sering melihat kaca spion dalam hidup kita, dibandingkan terus melihat kaca depan saat mengendarai mobil kehidupan kita. Bayangkan aja, gimana kita mau bergerak maju ke depan kalau kita terus dan terus – menerus hanya melihat kaca spion mobil kita. Hanya ada satu pasti yang terjadi, yaitu kita ga akan bergerak kemana – mana, karena fokus kita adalah ke belakang.

Entah seberapa buruk atau gagal bahkan keberhasilan yang telah terjadi dalam masa lalu Anda, percayalah Tuhan selalu mempunyai rencana yang terbaik dalam hidup kita semua. Kegagalan – kegagalan atau mungkin kekecewaan maupun kesedihan yang pernah kita alami, mungkin Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi supaya kita menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah goyah. Dan, bahkan mungkin juga penolakan – penolakan, seharusnya bukan membuat kita menjadi mundur bahkan berhenti dan menyerah untuk mencapai impian dan cita – cita kita!
Begitu juga dengan keberhasilan yang telah kita raih, janganlah membuat kita cepat puas dan berbangga hati. Itu adalah awal untuk meraih kehidupan terbaik kita! Jangan hanya berhenti pada tingkatan “cukup baik” saja, tetapi kita harus terus menuju ke posisi terbaik dalam kehidupan kita.
Mari, fokus terus ke depan! (Adrian Luis)

Saya bertanya kepada kekasih saya, mengapa kaca spion mobil selalu lebih kecil daripada kaca depan mobil? lalu saya langsung menjawab sendiri “agar kita tetap waspada terhadap apa yang ada di belakang kita” lalu apakah kita akan terus menerus melihat kaca spion? tentu saja tidak, kita hanya melihatnya sesekali saja, sebab tentu saja kita justru akan celaka jika kita melihatnya terus. Kita harus melihat ke depan, melalui kaca depan yang lebih lebar, agar kita bisa melihat indahnya dunia di depan kita, agar kita bisa menikmati pandangan sejauh cakrawala, sekaligus tetap waspada barangkali ada hal didepan kita yang bisa kita hindari, agar kita tetap selamat sampai tujuan”.

Seperti juga kaca spion, masa lalu bukanlah sesuatu yang harus selalu kita tatap, namun sesekali saja, tidak juga harus dilupakan pun dikenang, namun ditengok saja sesekali, agar kita dapat belajar dari kesalahan dan tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. Saat kita menyetir mobil dan lengah sehingga ban mobil kita melewati lubang, mengakibatkan goncangan, pasti kita akan melihat ke spion, karena tadi tak sempat melihat ada lubang di depan kita, kita menengok sebentar kemudian mencerna, oh…ternyata lubang tadi yang membuat mobil ini bergoncang. Nantinya kita akan lebih waspada dan tak lagi lengah sehingga tak terguncang oleh lubang yang sama.

Sesaat kemudian, kekasih saya mengangguk setuju dan sebuah ciuman manis pun mendarat di pipi saya. Bahwa masa lalu biarlah menjadi bagian dari hidup kita, jangan terus menerus diingat, jangan terus menerus disesali, ingatlah bahwa kaca spion selalu lebih kecil, ingatlah bahwa kaca depan mobil selalu lebih besar. Ingatlah bahwa masa depan kita masih sangat indah, masih menanti untuk kita lewati. Tengoklah spionmu sesekali saja, saat kau merasa membutuhkannya. Tengoklah masa lalu sebentar saja, saat kita ingin belajar dan mengingat bahwa itu sebuah kesalahan yang tak harus kita lalui lagi.
Berdamailah dengan masa lalu, sepahit apapun, karena ia tetap akan menjadi hal yang mungkin penting untuk masa depanmu. (DeddySoelitijanto)

Seringkali kita mendengar orang mengatakan, ‘ah, masa lalu,udah dilupain lah’, benarkah? Bukankah semakin dilupakan maka sang masa silam akan terus bergelayut dalam pikiran?
Lalu bagaimana kita menyikapai segala hal di masa lalu? Melupakan, mengingat, mengubur, memaafkan, atau… me-me lainnya… Masa lalu buat saya sama seperti analogi kaca spion..

Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil?  Bagi saya spion adalah asesoris tambahan dalam perangkat mobil yang bertujuan membantu membuat kita melihat ke belakang, membantu kita melihat yang ada di belakang yang tak mudah untuk kita lihat.  Spion, sebuah benda kecil yang tergantung di pojok kaca mobil seperti tak  berarti namun justru menunjukan bahwa kita tetap butuh melihat ke belakang sebagai pijakan masa depan kita.

Jika masa lalu tak jadi penting, perlukah spion di pasang di tempatnya kini? Spion ada agar kita lebih berhati-hati, spion diperlukan agar kita waspada terhadap segala hal di belakang yang sebenarnya pernah kita lewati sebelumnya, spion dibutuhkan karena banyak hal di masa lalu yang tetap kita harus ingat agar kita belajar.

Lalu mengapa kaca spion lebih kecil dari kaca depan? Karena tak semua masa lalu harus kita ingat, bayangkan dan rasakan jika seluruh kejadian masa lalu bergelayut memenuhi otak kita, tak ada satupun yang terlupakan, wow!
Lalu, bagaimana makna spion buat kamu?
So, sudahkan kita memiliki spion dalam hidup kita? Atau sudahkah kita memanfaatkan spion diri kita dengan maksimal? (friskainspiration)

dan berikut hasil pemikiran abstrak gw :
"Setiap manusia pasti memiliki masa lalu masing-masing. Baik, buruk, Jahat dan lain segala macam jenis masa lalu. Yang seringnya teringat diantara semua kepingan justru yg suram, kelam, menyedihkan, segala bentuk penyesalan atas hal-hal yg seharusnya tak terjadi atau diluar harapan dan keinginan.
Ibaratnya hidup ini adalah sebuah perjalanan, dan kita adalah mobilnya.

Coba perhatikan bahwa kaca depan mobil selalu ukurannya lebih besar agar lebih mudah kita mengarahkan, mengatur arah laju mobil kita, sedangkan kaca spion ukurannya lebih kecil yg kita gunakan untuk melihat ke belakang sesekali. Kaca depan yg lebar membentang itu adalah masa depan kita, sedangkan kaca spion adalah masa lalu kita. seberapa suram dan mengecewakannya masa lalu yg kita jalanin, hendaknya hanya sesekali kita ingat, selayaknya kita menggunakan kaca spion,"

Sudah sedikit paham maksud gw?,, 
Jadi bagaimana kesimpulan anda?.
Let me Hear it !!

Beta Splendes

0 comments:

Post a Comment

 
;